Merajut Ukhuwah, Memperkokoh Khidmah: Halal Bi Halal PMH Al-Kautsar Sukses Digelar
PATI – Suasana penuh kehangatan menyelimuti komplek Pondok Pesantren PMH Al-Kautsar pada Kamis (16/04/2026). Segenap keluarga besar mulai dari Bapak Pengasuh, para Pembantu Pengasuh, Dosen, Asatidz, hingga seluruh santri putra berkumpul menjadi satu dalam agenda tahunan Halal Bi Halal. Acara ini menjadi momentum krusial untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memompa semangat baru pasca libur hari raya.
Gema Sholawat dan Pembukaan
Acara dibuka dengan penampilan apik dari Grup Rebana Assalamiyyah yang melantunkan syair-syair pujian kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Tabuhan terbang yang rancak berhasil membangkitkan antusiasme para santri. Tepat setelah itu, acara dibuka secara resmi dengan tawasul melalui pembacaan Surat Al-Fatihah, dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an yang dibacakan dengan khusyuk oleh saudara Fahri Muhammad Ayyub.
Untaian Nasehat: Ilmu, Aturan, dan Khidmah
Dalam sesi sambutan, terdapat tiga poin utama yang menjadi bekal bagi para santri untuk menjalani masa pendidikan ke depan:
| Pemberi Sambutan | Jabatan | Inti Pesan (Mauidzah) |
| Bapak M. Taufiqurrahman | Pembantu Pengasuh Bagian PIM | Menekankan urgensi dan kemuliaan dalam mencari ilmu sebagai fondasi utama seorang santri. |
| Bapak Miftahul Huda | Pembantu Pengasuh Bagian Tahfidz | Mengingatkan kembali pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan terhadap peraturan pondok demi keberkahan hafalan. |
| Gus Ahmad Syauqi Fittaqi | Putra Pertama Bapak Pengasuh | Berbagi pengalaman pribadi selama nyantri dan menekankan bahwa kunci keberkahan ilmu terletak pada Khidmah (pengabdian). |
Puncak Acara: Doa dan Mushofahah
Acara inti ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak H. Miftahuddin. Suasana syahdu terasa saat seluruh hadirin menundukkan kepala, memohon keberkahan untuk pesantren dan keistiqomahan dalam belajar.
Sesi kemudian dilanjutkan dengan dokumentasi foto bersama antara Pembantu Pengasuh, Dosen, dan Asatidz sebagai simbol kekompakan jajaran kepengasuhan. Puncak haru terjadi saat prosesi Mushofahah (bersalam-salaman). Satu per satu santri putra PMH Al-Kautsar menyalami para asatidz dan pengasuh, meluruhkan khilaf dan memperbarui niat untuk berjuang di jalan ilmu.